Pages

Tuesday, November 27, 2012

Tentera Aneh Berseragam Putih Turut Berperang di Gaza



Kejadian ini berlaku pada tahun 2009,

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestin. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki disoal mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

ketika disoal-siasat tentera yahudi, sebagaimana ditulis laman Filisthin Al Aan (25/1/2009), memaparkan cerita seorang mujahidin al-Qassam, lelaki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentera itu malah marah dan memukulnya hingga lelaki malang itu pengsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap kali ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestin di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Pemandunya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? pemandu malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma pemandu ambulan.”

Akan tetapi tentera Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?”

Si pemandu pun kebingungan, kerana ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawapan satu-satunya yang ia miliki.

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah tersusun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis.” Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena risau keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
Saksi tentera Israel ...

Cerita tentang “Tentera berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestin atau warga Gaza. Beberapa orang pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

laman web al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentera berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada tentera Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Tidak diketahui dari mana asalnya, bila munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang tentera Israel lainnya mengatakan,
“Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan janggut panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”


Adakah pasukan berbaju putih itu adalah MALAIKAT bantuan Allah, sebagaimana Allah telah membantu dalam perang Badar dalam Al Quran?
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".(QS 8 : 9)
Suara Tak Bersumber ...

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah periuk api yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah periuk api. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak tentera Israel mati serta merta. Sebahagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,
“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh ...

Satu kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat pengintip Israel mengesan mereka. Bom pun langsung digugurkan ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Bukan sekadar melewati, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul tepat di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa, “Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para mujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Kisah Nafsu Yang Degil Pada Perintah Allah



Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan
akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud Wahai akal mengadaplah engkau. Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T, kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud Wahai akal berbaliklah engkau!, lalu akal pun berbalik.

Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud Wahai akal! Siapakah aku? Lalu akal pun berkata, Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah.
Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.
Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud Wahai nafsu, mengadaplah kamu!.

Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud Siapakah engkau dan siapakah Aku. Lalu nafsu berkata,Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.

Setelah itu Allah S.W.T menyeksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud Siapakah engkau dan siapakah Aku. Lalu nafsu berkata, Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau.

Lalu Allah S.W.T menyeksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud Siapakah engkau dan siapakah Aku. Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku.

Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahawa dengan sebab itulah maka Allah S.W.Tmewajibkan puasa.
Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahawa nafsu itu adalah sangat jahat oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu itu, jangan biarkan nafsu itu mengawal kita, sebab kalau dia yang mengawal kita maka kita akan menjadi musnah.

TV PENDIDIKAN ISRAEL AJAR BUDAK BENCI ISLAM


TV Pendidikan Israel Ajar Budak Benci Islam - Bercakap mengenai kekejaman Israel kepada umat Islam, pastinya ia tidak akan pernah berakhir.

Sejak bertahun-tahun, um

at Islam yang sering menjadi mangsa adalah rakyat Palestin.Setiap saat dan detik, kehidupan rakyat di sana tidak pernah tenteram. Setiap waktu kehidupan mereka dihantui dengan bunyi tembakan dan bedilan bom.
Tindakan tentera Israel yang melancarkan serangan udara di Tebing Gaza mencetuskan kemarahan seluruh rakyat di seluruh dunia.

Apakah mereka tidak punyai perasaan perikemanusian?
Persoalan yang sering kita terfikir, punca dan sebab apakah yang membuatkan Israel terlalu kejam dan bencikan kepada orang Islam?


Hakikatnya, itulah realiti yang tidak pernah berkesudahan yang Israel akan terus bertindak kejam terhadap umat Islam kecuali ditakdirkan oleh Allah S.W.T suatu hari nanti umat Islam akan menang dalam pertempuran menentang kaum Yahudi.
Malah, sejak dahulu lagi, Israel telah menyemai perasaan kebencian dalam rakyat mereka.

Percaya atau tidak, benih kebencian itu diajar sejak rakyat mereka masih kecil lagi.
Pada tahun 1996, Israel telah menerbitkan satu rancangan pendidikan yang mengajar kanak-kanak untuk membenci umat Islam.

Stesen itu adalah Televisyen Israel Channel 1 di mana guru dalam rancangan itu mengajar kanak-kanak menyanyikan lagu yang berunsurkan kebencian.

Liriknya adalah, “Makanan paling sedap daging orang Arab, minuman paling sedap darah orang Islam”

Setiap ajaran kebencian yang mereka taburkan kepada kanak-kanak Israel diajar dengan penuh rasa kegembiraan.

9 Sebab Israel Mahukan Gencatan Senjata Lebih Awal



Bagaimana tentera zionis meratap kematian…

Israel terpaksa mendesak pihak ke 3 agar diadakan gencatan senjata awal setelah mereka mengganas selama ‘hanya’ 8 hari dan telah mengorbankan ‘hanya’ 161 syuhada’ rakyat Palestin.

Sedangkan serangan Gaza 2008-2009 berlangsung selama 22 hari dan telah mengorbankan lebih 1450 orang rakyat Palestin di Gaza.


Apa tidaknya ?

1-Roket al Qassam menemui sasaran strategiknya sehingga ke Tel Aviv dan Jerusalem (74 km) sedangkan kemampuan roket ini hanya 40-50 km pada tahun 2009.

2-Ben Gurion International Airport terpaksa memberhentikan operasinya selama beberapa hari disebabkan roket al Qassam

3-Roket juga telah memaksa warga penjajah Israel tinggal di bawah tanah dengan ketakutan selama 8 hari dan operasi kerja harian kerajaan dan swasta dibatalkan sepanjang 8 hari yang lalu.
israel f16 Igauan Israel menjadi realiti...

Jet pejuang F16 adalah di antara habuan roket al Qassam

4-Buat kali pertama, roket al Qassam juga berjaya menjatuhkan jet pejuang F16 bersama juruterbangnya ke perairan Gaza. Ini adalah kali pertama dalam sejarah perang Israel.

5-Roket al Qassam juga berjaya menjatuhkan helikopter Apache, drone dan berjaya mensasarkan kapal perang Israel sebagai destinasi roket ini.

6-Unit R & D IDF telah mendapati bahawa roket al Qassam yang sampai ke Tel Aviv adalah buatan tempatan (bukan dari Iran dsb). Ini membuktikan kemampuan unit R & D al Qassam mengeluarkan roket mereka sendiri.

7-Iron-Dome yang merupakan sistem penangkis peluru berpandu yang tercanggih Israel (dengan bantuan US) hanya berjaya menangkis 20-25 % daripada lebih 1400 roket al Qassam yang sampai ke Israel.

8-Israel terpaksa menggesa gencatan senjata terlebih awal miski pun Briged al Qassam baru menggunakan kira-kira 15 % daripada keseluruhan roket yang dipersiapkan kali ini.

9-Keterlibatan Mesir dan Turki yang memberikan sokongan secara terbuka kepada Palestin amat menakutkan Israel miski pun mereka belum memberikan sokongan ketenteraan kepada Palestin. Apatah lagi sekiranya negara-negara Arab dan negara umat Islam yang lain turut memberikan sokongan kepada mereka.
Ingatilah firman Allah swt :
Surah al-Imran ayat 54

“Dan Mereka Merancang(tipu daya),Allah juga merancang(membalas tipu daya),Dan ALLAH sebaik-baik Perancang(membalas tipu daya)”

Subhanallah, alhamdulillah, Allah akbar….