Pages

Wednesday, September 4, 2013

Amal Soleh Bukan Jaminan Ke Syurga

Tidak ada jaminan kalau orang yang tekun beribadah itu pasti masuk surga. Orang bisa masuk surga bukan di tentukan dengan melihat amal ibadahnya, tetapi karena memperoleh rahmat dan ridha Allah.

Rahmat dan ridha Allah ini diraih dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Sampai Rasulullah pun tidak berani menjamin seseorang masuk surga. Sebab yang menentukan orang itu bisa masuk surga atau neraka adalah Allah.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada seorang pun dari kalian yang amalnya bisa menyelamatkan dirinya”. Lantas para sahabat bertanya: “Termasuk engkau juga tidak bisa menyelamatkan?”. Beliau menjawab: “Aku juga tidak bisa menyelamatkan, kecuali bila Allah melimpahkan ampunan dan rahmatNya”.

Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada amal seorang pun yang bisa memasukannya ke surga”. Lalu ditanyakan: “Engkau juga tidak bisa memasukan ke surga?”. Beliau menjawab: “Aku juga tidak bisa, kecuali dengan limpahan rahmat Tuhanku”.

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada amal saleh seorang dari kalian yang bisa menyebabkan masuk surga”. Para sahabat bertanya: “Dan engkau juga tidak bisa, Ya Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Aku juga tidak bisa, kecuali bila Allah melimpahkan anugrah dan rahmatNya”.

Jabir berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Amal saleh seorang dari kalian tidak bisa menyebabkan memasukan ke surga, dan tidak bisa menyebabkan terlempar ke neraka. Aku juga tidak bisa, dengan rahmat dari Allah”.

Abdurrahman bi Auf mendapat hadist dari Aisyah r.a.istri Nabi saw, ia berkata: Rasulullah saw pernah bersabda:
"Istiqomahlah kalian, bertaqarrublah kalian dan bergembiralah kalian, sesungguhnya tidak ada amal seorang pun yang bisa menyebabkan masuk surga”. Para sahabat bertanya: “Termasuk engkau juga tidak bisa Ya Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Aku pun tidak bisa, kecuali bila Allah melimpahkan rahmatNya. Karena itu beramallah kalian, sesungguhnya amal yang paling disukai Allah adalah yang langgeng meskipun sedkit”."

Dengan demikian, seseorang tidak bisa mengandalkan amal ibadahnya sebagai jaminan bahwa dirinya nanti pasti masuk surga. Hanya rahmat dan ridha Allah-lah yang bisa memasukkannya ke surga.

Oleh karena itu, dalam setiap menjalankan amal ibadah supaya didasari keikhlasan, semata-mata mencari ridha Allah, tidak karena yang lain. Sebab bila yang dicari itu surga dapat menjebak seseorang terjerumus dalam perbuatan riya’ dan takabbur.

Sumber : http://triadtz.blogspot.com/2010_06_01_archive.html


(Hadits Qudsi) Tiga Kelompok Pertama yang Masuk Neraka – Muhyiiddiin Ibn ‘Arabi

(Hadits Qudsi) Tiga Kelompok Pertama yang Akan Masuk Api Neraka – collected by Muhyiiddiin Ibn ‘Arabi
Hr. ath-Thirmidzi.

Rasulullaah Muhammad saw. bersabda,
Ketika Hari Perhitungan tiba, Allah Ta’ala turun kepada manusia untuk mengevaluasi mereka. Setiap anggota kelompok spiritual akan berlutut dalam ketakberdayaan. Manusia pertama yang dipanggil adalah mereka yang mengajarkan al-quran. Manusia kedua adalah mereka yang mati di jalan Allah, sedangkan ketiga adalah mereka yang melimpah ruah hartanya. Allah pun mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada yang tiga pertama.

Kelompok Pertama
“Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu hikmah-hikmah dan pengetahuan yang berasal dari qalb para utusan-Ku?”
“Ya, Tuhanku.”
“Adakah perilaku lahir batinmu sesuai dengan hikmah dan pengetahuan yang telah engkau ketahui itu?”
“Aku melaksanakannya selalu, Tuhan.”
“Kau berdusta kepada-Ku, dan para malaikat pun akan melaporkan, ‘Kau berdusta’.”
Allah melanjutkan, “Kau suka dengan kata-kata semua orang tentangmu, ‘Orang ini pengajar al-quran’. Dan ketahuilah, hadiah bagimu dicukupkan dengan hal demikian.“

Kelompok Kedua
“Bagaimana engkau mati di jalan-Ku? Dengan cara seperti bagaimana?”
“Wahai, Tuhan, Engkau perintahkan aku untuk berperang dan aku mati karena mengikuti perintah-Mu.”
“Kau berdusta, dan para malaikat pun akan melaporkan, ‘Kau telah berdusta’.”
Allah melanjutkan, “Kau suka dengan kata-kata semua orang tentangmu, ‘Orang ini begitu luar biasa keberaniannya’. Dan ketahuilah, hadiah bagimu dicukupkan dengan hal demikian.”

Kelompok Ketiga
“Apakah telah Aku berikan kepadamu harta yang sangat banyak sehingga tiada pernah engkau meminta-minta kepada orang lain?”
“Benar, Tuhanku.”
“Lalu, apa yang telah kau lakukan dengan pemberian-Ku itu?”
“Aku menguatkan ikatan/ hubungan kekeluargaan (silaturahiim menurut umum) dan berinfaq.”
“Kau berdusta, dan para malaikat akan melaporkan, ‘Kau telah berdusta’.”
Allah melanjutkan, “Kau senang dengan kata-kata semua orang tentangmu, ‘Betapa dermawannya orang ini’. Dan ketahuilah, hadiah bagimu dicukupkan dengan hal demikian.”

Rasulullaah Muhammad saw. memukul lututku dan berkata kepadaku, “wahai, Abu Hurayrah, ketiga kelompok ini adalah mereka pertama yang akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Sumber lain : http://dwiafrianti.wordpress.com/category/muhyiiddiin-ibn-arabi/


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... Amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Monday, August 5, 2013

7 Keistimewaan Lailatul Qadar

Daku Amat Menyintai Mu

SETIAP hamba Allah yang soleh/solehah pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, iaitu malam al-Qadar atau Lailatul Qadar yang hanya didapati setahun sekali di dalam bulan Ramadhan. Orang yang istiqamah beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan dan keberkatan malam tersebut kerana ibadahnya yang dilakukan secara tetap (rutin) berbanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Lailatul Qadar Malam Kemuliaan Dan Keberkatan
Yang Hanya Terdapat Di Dalam Bulan Ramadhan

Terdapat banyak sekali kelebihan dan keistimewaan Lailatul Qadar yang hanya Allah Taala saja yang Maha Mengetahui akan kelebihan-kelebihannya. Namun dalam entri ini kita akan melihat 7 keistimewaan Lailatul Qadar yang begitu utama dari malam lainnya.

Padahal bagi orang yang benar2 ikhlas beramal kerana Allah Taala dan mahu mendapat ganjaran yang dijanjikan Allah pada malam yang penuh keberkatan ini, dengan satu keistimewaan pun sudah cukup untuk mereka beramal dengan bersungguh-sungguh.

1. Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur’an.
Menurut Ibnu ‘Abbas dan lain-lainnya mengatakan, “Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, secara terpisah (yakni beransur-ansur) sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi(Asbabun Nuzul) selama 23 tahun.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 403).

Ini sudah menunjukkan keistimewaan Lailatul Qadar.

2. Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan.
Allah Ta’ala berfirman;

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam Lailatul-Qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3).

An Nakha’i mengatakan, “Amalan di Lailatul Qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (Latha-if Al Ma’arif, hal. 341). Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahawa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah solat dan amalan pada Lailatul Qadar lebih baik dari solat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. (Zaadul Masiir, 9: 191).

Ini sungguh keutamaan Lailatul Qadar yang luar biasa.

3. Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkatan.
Allah Ta’ala berfirman;

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran itu pada malam yang berkat; (Kami berbuat demikian) kerana sesungguhnya Kami sentiasa memberi peringatan dan amaran (jangan hamba-hamba Kami ditimpa azab).” (QS. Ad-Dukhan: 3).

Malam penuh berkat ini adalah malam ‘Lailatul Qadar’ dan ini sudah menunjukkan keistimewaannya.

4. Malaikat dan juga Ar Ruuh iaitu malaikat Jibril turun pada Lailatul Qadar.
Keistimewaan Lailatul Qadar ditandai pula dengan turunnya malaikat. Allah Ta’ala berfirman;

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا 

“Pada Malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut).” (QS. Al Qadar: 4)

Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar kerana itu banyaknya berkat pada malam tersebut. Turunnya para malaikat menandakan turunnya berkat dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membaca Al Qur’an dan juga malaikat akan mengelilingi orang-orang yang berada dalam majlis zikrullah iaitu majlis yang ada menyebut dan membesarkan Allah. Dan malaikat akan membentangkan sayap-sayap mereka pada orang yang duduk dalam majlis zikrullah itu kerana malaikat sangat mengagungkan mereka. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407)

Malaikat Jibril disebut 'Ar Ruuh' di dalam surah Al Qadar untuk menunjukkan kemuliaannya (keutamaan) berbanding malaikat-malaikat yang lain.

5. Lailatul Qadar disifati dengan ‘salaam’.
Yang dimaksud ‘salaam’ dalam ayat;

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

“Sejahteralah Malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!” (QS. Al Qadr: 5)

Iaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana syaitan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut. Demikianlah kata Mujahid (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 407). Juga dapat bererti bahawa malam tersebut, ramai yang selamat dari hukuman dan siksaan Allah kerana mereka melakukan ketaatan pada Allah (pada malam tersebut).

Sungguh hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari Lailatul Qadar.

6. Lailatul Qadar adalah malam dicatatnya takdir tahunan.
Allah Ta’ala berfirman;

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“(Kami menurunkan Al-Quran pada malam yang tersebut, kerana) pada malam yang berkat itu, dijelaskan (kepada malaikat) tiap-tiap perkara yang mengandungi hikmat serta tetap berlaku, (tidak berubah atau bertukar)." (QS. Ad Dukhan: 4).

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahawa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai urusan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rezeki serta dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhahhak dan lain-lain.

Namun perlu dicatatkan di sini, sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi dalam Syarh Muslim (8: 57), bahawa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu Allah. Takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malaikat dan ia akan mengetahui apa yang akan terjadi, lalu ia akan melakukan tugas yang diperintahkan untuknya.

7. Dosa orang menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ akan diampuni Allah.
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda;

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar kerana iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan bahawa yang dimaksud ‘iimaanan’ (kerana iman) adalah membenarkan janji Allah iaitu pahala yang dijanjikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan kerana mengharap yang lainnya, contohnya berbuat riya’. (Fathul Bari, 4: 251).

Allahu'alam.

Ya Allah, mudahkanlah kami meraih keistimewaan Lailatul Qadar dengan mengisi hari-hari terakhir bulan Ramadhan ini dengan amal-amal solih. Aamin Yaa Mujibas Saa-ilin. Copy from : http://dakuamatmenyintaimu.blogspot.com


Wednesday, March 6, 2013

Kelebihan Surah Al-Mulk..



ade diceritakan dlm al-Quran melalui maksud surah al-mulk tetapi diterjemahkan drp "Kitab Khasful Ghummah" bahawa seorang yg beramal dgn surah al-mulk..bila tiba kematian dia, terus dtg malaikat untuk menyoal..sebelum sempat menyoal, surah al-Mulk bercucuran keluar memenuhi wajah si mati..malaikat berkata "ya ahlul kitab..aku knl kamu..kamu al-mulk..kenapa kamu dtg ke sini?"



seraya al-mulk menjawab "wahai malaikat, sepanjang manusia ini hidup, dia beramal dgn aku..aku sebati di dalam kerongkang manusia ini..maka hadir aku ini untuk menghalang kamu dr menghukum manusia ini.."

malaikat menjawab, "wahai al-mulk, tidak boleh menghalang tugas kami.."

lantas surah al-mulk dtg kpd Allah.. "wahai Allah..aku adelah kitab-Mu..aku mahu melindungi manusia itu..jika Engkau tidak mengizinkan, buanglah aku (al-mulk) dr Al-Quran MU.."

maka Allah memberi keizinan kpd al-mulk..terus al-Mulk kembali kpd manusia di kubur tersebut..sesampai di kubur, kelihatan malaikat menghampiri manusia..al-mulk menjerit dgn gerunnya, "ya malaikat! pergi kau dari sini! Aku telah mendapat kebenaran drp Allah!! (malaikat terkejut dan pergi sepantas yg mungkin) aku akn menjaga manusia ini sehingga kiamat..aku tidak sanggup membiarkan manusia ini kesunyian kesorangan di dlm kubur..biarlah aku menjadi teman dia sehingga di bangkitkan kelak.."

*nabi Muhammad berjanji sesiapa yg beramal surah al-mulk akan terhindar drp siksa kubur..wallahualam...

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesiapa membaca surah Al Mulk pada mana-mana malam, nescaya datang ke dalam kuburnya surah itu sebagai penganti untuk bersoal jawab dengan Munkar Nakir”..

(ni baru satu surah..kalau beramal byk surah?Allahurobbi...:)

Sunday, February 24, 2013

Ubat Hati

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :


Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: “Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda), sebelum datang masa tua renta.”

Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: “Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.”

Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: “Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.”

Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya: ”Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.”

Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: “Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.”

5 PESANAN SYEIKH AHMAD YASIN KEPADA PEMUDA DAN PEMUDI

Wahai anak-anakku, telah tiba saatnya kalian kembali kepada ALLAH swt dengan meninggalkan pelbagai keseronokan dan kealpaan kehidupan dan menyingkirkannya jauh daripada kehidupan kalian. Telah tiba saatnya kalian bangun dan melakukan solat subuh secara berjemaah. Sudah sampai saatnya untuk kalian menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, mengamalkan kandungan al-Quran serta mencontohi kehidupan Nabi Muhammad saw. Aku menyeru kalian wahai anak-anakku untuk solat tepat pada waktunya. Lebih dari itu, aku mengajak kalian wahai anak-anakku, untuk mendekat diri kepada sunnah Nabi kalian yang agung.
Wahai para pemuda, aku ingin kalian menyedari dan menghayati makna tanggung jawab. Kalian harus tegar menghadapi kesulitan hidup dengan meninggalkan keluh kesah. Aku menyeru kalian untuk menghadap ALLAH SWT dan memohon keampunan dari-Nya agar Dia memberi rezeki yang berkat kepada kalian. Aku menyeru kalian supaya menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.Aku ingin kalian tidak tertidur oleh alunan-alunan muzik yang melalaikan, melupakan kata-kata yang menyebutkan cinta kepada manusia dan dunia serta menggantikannya dengan kata amal, kerja dan zikir kepada ALLAH. Wahai anak-anakku, aku amat berharap kalian tidak sibuk dengan muzik dan tidak terjerumus ke dalam arus syahwat. Wahai puteriku, aku ingin kalian berjanji kepada ALLAH akan mengenakan hijab secara jujur dan betul. Aku meminta kalian berjanji kepada ALLAH bahawa kalian akan mengambil peduli tentang agama dan Nabi kalian yang mulia. Jadikanlah ibunda kalian, Khadijah dan Aisyah, sebagai teladan. Jadikan mereka sebagai pelita hidup kalian. Haram hukumnya bagi kalian untuk melakukan sesuatu yang boleh menarik perhatian pemuda supaya mendekati kalian.Kepada semua, aku ingin kalian bersiap sedia untuk menghadapi segala sesuatu yang akan datang. Bersiaplah dengan agama dan ilmu pengetahuan. Bersiaplah untuk belajar dan mencari hikmah. Belajarlah bagaimana hidup dalam kegelapan yang pekat. Latihlah diri kalian agar dapat hidup tanpa elektrik dan peralatan elektronik. Latihlah diri kalian untuk sementara waktu merasakan kehidupan yang sukar. Biasakan diri kalian agar dapat melindungi diri dan membuat perancangan untuk masa depan. Berpeganglah kepada agama kalian. carilah sebab-sebabnya dan tawakal kepada ALLAH.