Pages

Monday, December 3, 2012

KISAH SEEKOR ULAT DENGAN NABI DAUD A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.
Lalu Nabi Daud A.S. berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?"

Sebaik sahaja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud A.S. "Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca 'Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar' setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca 'Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim' setiap malam sebanyak 1000 kali.
Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S. "Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?"
Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T. maka Nabi Daud A.S. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T.
Begitulah sikap para Nabi A.S. apabila mereka mentedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T. Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa sahaja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.

Tuesday, November 27, 2012

Tentera Aneh Berseragam Putih Turut Berperang di Gaza



Kejadian ini berlaku pada tahun 2009,

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestin. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki disoal mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

ketika disoal-siasat tentera yahudi, sebagaimana ditulis laman Filisthin Al Aan (25/1/2009), memaparkan cerita seorang mujahidin al-Qassam, lelaki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentera itu malah marah dan memukulnya hingga lelaki malang itu pengsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap kali ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestin di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Pemandunya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? pemandu malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma pemandu ambulan.”

Akan tetapi tentera Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?”

Si pemandu pun kebingungan, kerana ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawapan satu-satunya yang ia miliki.

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah tersusun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis.” Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena risau keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
Saksi tentera Israel ...

Cerita tentang “Tentera berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestin atau warga Gaza. Beberapa orang pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

laman web al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentera berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada tentera Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Tidak diketahui dari mana asalnya, bila munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang tentera Israel lainnya mengatakan,
“Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan janggut panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”


Adakah pasukan berbaju putih itu adalah MALAIKAT bantuan Allah, sebagaimana Allah telah membantu dalam perang Badar dalam Al Quran?
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".(QS 8 : 9)
Suara Tak Bersumber ...

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah periuk api yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah periuk api. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak tentera Israel mati serta merta. Sebahagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,
“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh ...

Satu kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat pengintip Israel mengesan mereka. Bom pun langsung digugurkan ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Bukan sekadar melewati, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul tepat di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa, “Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para mujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Kisah Nafsu Yang Degil Pada Perintah Allah



Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan
akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud Wahai akal mengadaplah engkau. Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T, kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud Wahai akal berbaliklah engkau!, lalu akal pun berbalik.

Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud Wahai akal! Siapakah aku? Lalu akal pun berkata, Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah.
Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.
Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud Wahai nafsu, mengadaplah kamu!.

Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud Siapakah engkau dan siapakah Aku. Lalu nafsu berkata,Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.

Setelah itu Allah S.W.T menyeksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud Siapakah engkau dan siapakah Aku. Lalu nafsu berkata, Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau.

Lalu Allah S.W.T menyeksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud Siapakah engkau dan siapakah Aku. Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku.

Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahawa dengan sebab itulah maka Allah S.W.Tmewajibkan puasa.
Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahawa nafsu itu adalah sangat jahat oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu itu, jangan biarkan nafsu itu mengawal kita, sebab kalau dia yang mengawal kita maka kita akan menjadi musnah.

TV PENDIDIKAN ISRAEL AJAR BUDAK BENCI ISLAM


TV Pendidikan Israel Ajar Budak Benci Islam - Bercakap mengenai kekejaman Israel kepada umat Islam, pastinya ia tidak akan pernah berakhir.

Sejak bertahun-tahun, um

at Islam yang sering menjadi mangsa adalah rakyat Palestin.Setiap saat dan detik, kehidupan rakyat di sana tidak pernah tenteram. Setiap waktu kehidupan mereka dihantui dengan bunyi tembakan dan bedilan bom.
Tindakan tentera Israel yang melancarkan serangan udara di Tebing Gaza mencetuskan kemarahan seluruh rakyat di seluruh dunia.

Apakah mereka tidak punyai perasaan perikemanusian?
Persoalan yang sering kita terfikir, punca dan sebab apakah yang membuatkan Israel terlalu kejam dan bencikan kepada orang Islam?


Hakikatnya, itulah realiti yang tidak pernah berkesudahan yang Israel akan terus bertindak kejam terhadap umat Islam kecuali ditakdirkan oleh Allah S.W.T suatu hari nanti umat Islam akan menang dalam pertempuran menentang kaum Yahudi.
Malah, sejak dahulu lagi, Israel telah menyemai perasaan kebencian dalam rakyat mereka.

Percaya atau tidak, benih kebencian itu diajar sejak rakyat mereka masih kecil lagi.
Pada tahun 1996, Israel telah menerbitkan satu rancangan pendidikan yang mengajar kanak-kanak untuk membenci umat Islam.

Stesen itu adalah Televisyen Israel Channel 1 di mana guru dalam rancangan itu mengajar kanak-kanak menyanyikan lagu yang berunsurkan kebencian.

Liriknya adalah, “Makanan paling sedap daging orang Arab, minuman paling sedap darah orang Islam”

Setiap ajaran kebencian yang mereka taburkan kepada kanak-kanak Israel diajar dengan penuh rasa kegembiraan.

9 Sebab Israel Mahukan Gencatan Senjata Lebih Awal



Bagaimana tentera zionis meratap kematian…

Israel terpaksa mendesak pihak ke 3 agar diadakan gencatan senjata awal setelah mereka mengganas selama ‘hanya’ 8 hari dan telah mengorbankan ‘hanya’ 161 syuhada’ rakyat Palestin.

Sedangkan serangan Gaza 2008-2009 berlangsung selama 22 hari dan telah mengorbankan lebih 1450 orang rakyat Palestin di Gaza.


Apa tidaknya ?

1-Roket al Qassam menemui sasaran strategiknya sehingga ke Tel Aviv dan Jerusalem (74 km) sedangkan kemampuan roket ini hanya 40-50 km pada tahun 2009.

2-Ben Gurion International Airport terpaksa memberhentikan operasinya selama beberapa hari disebabkan roket al Qassam

3-Roket juga telah memaksa warga penjajah Israel tinggal di bawah tanah dengan ketakutan selama 8 hari dan operasi kerja harian kerajaan dan swasta dibatalkan sepanjang 8 hari yang lalu.
israel f16 Igauan Israel menjadi realiti...

Jet pejuang F16 adalah di antara habuan roket al Qassam

4-Buat kali pertama, roket al Qassam juga berjaya menjatuhkan jet pejuang F16 bersama juruterbangnya ke perairan Gaza. Ini adalah kali pertama dalam sejarah perang Israel.

5-Roket al Qassam juga berjaya menjatuhkan helikopter Apache, drone dan berjaya mensasarkan kapal perang Israel sebagai destinasi roket ini.

6-Unit R & D IDF telah mendapati bahawa roket al Qassam yang sampai ke Tel Aviv adalah buatan tempatan (bukan dari Iran dsb). Ini membuktikan kemampuan unit R & D al Qassam mengeluarkan roket mereka sendiri.

7-Iron-Dome yang merupakan sistem penangkis peluru berpandu yang tercanggih Israel (dengan bantuan US) hanya berjaya menangkis 20-25 % daripada lebih 1400 roket al Qassam yang sampai ke Israel.

8-Israel terpaksa menggesa gencatan senjata terlebih awal miski pun Briged al Qassam baru menggunakan kira-kira 15 % daripada keseluruhan roket yang dipersiapkan kali ini.

9-Keterlibatan Mesir dan Turki yang memberikan sokongan secara terbuka kepada Palestin amat menakutkan Israel miski pun mereka belum memberikan sokongan ketenteraan kepada Palestin. Apatah lagi sekiranya negara-negara Arab dan negara umat Islam yang lain turut memberikan sokongan kepada mereka.
Ingatilah firman Allah swt :
Surah al-Imran ayat 54

“Dan Mereka Merancang(tipu daya),Allah juga merancang(membalas tipu daya),Dan ALLAH sebaik-baik Perancang(membalas tipu daya)”

Subhanallah, alhamdulillah, Allah akbar….

Wednesday, September 19, 2012

Kisah Seram Ustaz Dan Isteri Derhaka

Seorang ustaz telah didatangi oleh teman lamanya dan terungkaplah kisah seram seorang isteri derhaka. Semoga kejadian ini menjadi iktibar kepada semua.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Kisah Seram Ustaz Dan Isteri Derhaka – Akibat Bagi Suami Makan Darah Haid Dan Air Mani | Kalau dulu kita telah mebaca tentang Kisah Seram Ustaz Di Bilik Mayat (LINK) dan Kisah Pramugari Koma Di Tanah Suci (LINK) yang menceritakan tentang akibat bagi orang yang tidak solat. Kisah terbaru ini pula diceritakan oleh Ustaz Nahrawi (bukan nama sebenar) tentang kisah isteri derhaka seorang rakannya yang bernama Arifin (bukan nama sebenar). Semoga dapat kita ambil iktibar dan tauladan. Benar atau tidak kisah ini, hanya Allah sahaja yang tau. Apa yg lebih penting, kita ambil iktibar dan pengajaran daripada kisah ini..



Gambar hiasan: Rupa isteri derhaka yang sudah berubah menjadi hodoh.


Lama benar saya tidak berjumpa dengan Ariffin. Rasanya sudah lebih Tujuh tahun sejak kawan lama saya itu di arahkan mengajar di Johor. Kerana itulah, apabila dia datang ke pejabat saya pagi itu, saya Merasa terlalu seronok.
“Eh, makin kurus nampak. Diet ke?” kata saya setelah mempersilakannya Duduk.
“Tak adalah. biasa la cikgu, kan sekarang ni macam-macam kerja. Kurikulumlah, kokurikulumlah, sukanlah. badan gemuk pun boleh jadi Tinggal tulang,” balas Arifin.

“Tengok ni ustaz, baju pun dah menggelebeh. Seluar pun longgar,” Tambah Arifin sambil menarik lengan baju untuk menunjukkan betapa Kurusnya dia dan besarnya baju yang di pakai.
Selepas bertanya itu ini dan mengusiknya serba sedikit, saya bertanya Arifin tentang hajatnya datang menemui saya. Yalah, tiba-tiba saja Muncul, pasti ada hajat yang hendak di sampaikan.

“Orang rumah saya sakitlah, ustaz”, kata Arifin.
“Patutlah aku tengok engkau lain macam aja tadi. Ketawa pun hendak Tak hendak. Sakit apa?” saya bertanya. Agak lambat Arifin menjawab. Dia menarik nafas, kemudian meraup muka dan seterusnya bersandar di Kerusi. Setelah itu disorotnya mata saya dalam-dalam.
“Entahlah.” katanya perlahan,

” Lima tahun lalu tiba-tiba saja badan dia melepuh-lepuh. Di kaki, Paha, perut, dibelakang. penuh dengan lepuh macam orang terkena air Panas,”kata Arifin.
Tambah kawan lama saya itu, dia telah membawa isterinya, Niza, ke Serata hospital dan klinik, namun ubat yang di beri oleh doktor tidak Dapat melegakan penyakitnya.

“Sakit apa, doktor pun tak tau,”tambahnya.
“Dah pergi berubat kampung?”saya bertanya.
“Dah,tapi macam biasalah. bomoh, cakap kena buat orang, terceroboh Kawasan orang bunian., sampuk. macam-macam lagi. Duit banyak habis, Masa terbuang, tapi sakitnya tak juga sembuh,” jelas Arifin.
Malah, kata kawan saya itu, lepuh-lepuh menjadi bertambah banyak pula Hingga tubuh isterinya yang langsing menjadi sembab. Wajahnya yang Cantik juga berubah murung, kusut
“Itu masih tak mengapa ustaz. Yang menambahkan kebimbangan saya, Setelah beberapa lama, lepuh-lepuh itu bertukar pula jadi gerutu dan Berbintil-bintil macam katak puru,” tambah Arifin.
Akibatnya, sekali lagi Niza menderita kerana selepas tubuhnya hodoh Akibat sembab, seluruh kulitnya yang dulu licin menjadi jelik. Dari tangan, bintil-bintil kecil dan besar seperti bisul tumbuh merata, kaki hingga ke muka.
Disebabkan penyakit itu, kawan-kawan yang datang melawat terkejut kerana hampir tidak mengenalinya lagi. Akibatnya, Niza terpaksa berhenti kerja. Dia malu untuk berhadapan dengan kawan sepejabat.
Memang ada yang bersimpati tapi ada juga yang mengejek. Ramai yang menyindir di belakang, tapi ada juga yang tanpa rasa bersalah mengaibkannya secara berhadapan.

Dua tiga tahun berlalu, penyakit Niza bertambah parah. Sehelai demi sehelai rambutnya gugur hingga hampir botak. Rambut yang lembut mengurai menjadi jarang hingga menampakkan kulit kepala yang memutih. Keadaannya itu sangat menyedihkan kerana usia awal 30an, rambutnya seperti wanita berumur 90an. Seperti daun getah luruh di musim panas, semakin hari semakin banyak rambut Niza gugur. Dalam waktu yang sama, kuku tangan dan kakinya juga menjadi lebam. Daripada biru, ia bertukar kehitaman seperti di penuhi darah beku.

“Tiap hari, dia termenung. Dia mengeluh, kenapalah dia sakit macam ni. Kenapa dia, bukan orang lain? Apa salah dia? Kasian betul saya tengok,” kata Arifin. Wajahnya sayu
“Hidup kami pun jadi tak terurus macam dulu”.

Di sebabkan doktor tempatan gagal menyembuhkan penyakit Niza, Arifin membawa isterinya ke Singapura. Hampir sebulan mereka di sana dan banyak wang di habiskan namun pulang dengan hati kecewa. Doktor di negara itu juga tidak dapat mencari penawar keadaan penyakit berkenaan.

“Sekarang ni, keadaan isteri saya dah bertambah teruk. Bila malam saja dia meraung, meracau dan menangis-nangis. Jadi, saya harap ustaz dapatlah tolong serba sedikit sebab dah habis ikhtiar saya mengubatnya cara moden,”tambah Arifin.

“InsyaAllah.” Balas saya.
Tapi saya mula terasa pelik. Perasaan ingin tahu mula bercambah kerana berdasarkan pengalaman, kata-kata yang diluahkan semasa seseorang yang meracau dapat membantu kita merawatnya. Ini kerana semasa meracau itulah dia meluahkan segala yang terbuku di hati.
“Apa yang dia cakap masa meracau tu?”
“Macam-macam ustaz. tapi ada waktunya dia minta ampun maaf daripada saya. Saya tanya kenapa? . Dia tak cakap, Cuma minta maaf saja. Yalah. orang dah sakit memang macam tu,”kata Arifin.
Saya cuma mendiamkan diri. Mengiakan tidak, menggeleng pun tidak. Setelah berbincang lama, dia meminta diri . Sebelum pulang, saya berjanji untuk ke rumah Arifin pada malam esoknya.
“Datang ya, ustaz . Saya tunggu,”katanya sambil mengangkat punggung.
Dia kemudiannya melangkah lemah meninggalkan pejabat saya. Seperti yang dijanjikan, saya sampai ke rumahnya selepas isyak.
“Jemput masuk ustaz,”Arifin memperlawa sambil membawa saya ke sebuah bilik.
“Dia baring dalam bilik ni. Ustaz jangan terkejut pula tengok muka dia. Orang rumah saya ni sensitif sikit,” bisiknya sebelum kami masuk ke bilik berkenaan.
Sebaik pintu di buka, kelihatan seorang wanita berselimut paras dada terbaring mengiring mengadap ke dinding.
“Za. Ni Ustaz Nahrawi datang,”kata Arifin perlahan sambil memegang bahu isterinya. Dengan lemah, Niza menoleh. MasyaAllah memang keadaan Niza sangat menyedihkan . Wajahya penuh dengan bintil-bintil yang menggerutu. Matanya terperosok ke dalam manakala tulang pipi membojol seperti bongkah batu yang membayang dipermukaan tanah. Badannya pula kurus cengkung dan kepala separuh botak menandakan dia sudah lama menderita. Niza cuma tersenyum tawar memandang saya. Saya dekati dia dan selepas lima minit meneliti keadaannya, saya panggil Arifin ke sudut bilik.
Dengan suara separuh berbisik, saya bertanya;”Pin, saya nak tanya sikit, tapi sebelum tu minta maaflah kalau nanti awak tersinggung”.
“Tak adalah,ustaz. Tanyalah, saya tak kisah,” jawab Arifin.
“Err,. dari mana datangnya bau yang.” soal saya, tapi tak sanggup nak menghabiskannya. Bau yang saya maksudkan itu agak busuk.
“Ooo. mmm, dari alat sulit dia,”kata Arifin perlahan.
“Keluar lendir bercampur nanah.”
Saya tidak memanjangkan lagi topik itu kerana tidak mahu memalukan Arifin dan isterinya. Lagi pun tidak manis untuk bertanya tentang hal- hal yang seperti itu.
Sebelum kami duduk semula di sisi Niza, saya memberitahu Arifin, kadangkala di timpa penyakit sebegini sengaja di turunkan balasan oleh Allah kerana ada melakukan dosa atau derhaka kepada ibu atau bapa. Lantas saya bertanya, adakah Niza sudah meminta ampun daripada ibu bapanya.
“Sudah ustaz. Dengan emak dan ayah nya saya pun sudah.”
“Kalau macam tu, baguslah,”kata saya.
Setelah merawat Niza dengan doa dan ayat yang dipetik dari al-Quran, saya meminta diri. Sebelum itu saya nasihatkan Arifin dan Niza serta keluarga mereka supaya bersabar dengan ujian Allah.
“Sama-samalah kita berdoa supaya dia sembuh,” kata saya sebelum meninggalkan rumah Arifin.
Sudah ketentuan Allah, rupa-rupanya keadaan Niza menjadi bertambah parah. Perkara ini saya ketahui apabila Arifin menghubungi saya beberapa minggu kemudian. Menurut kawan saya itu, isterinya kini kian teruk racaunya.
Memang benar. Bila saya menziarahnya petang itu, Niza kelihatan semakin tenat. Sekejap-sekejap dia meracau yang bukan-bukan. Malah saya pun tidak dikenalinya lagi.
Sebelum pulang saya menasihatkan Arifin supaya melakukan solat hajat memohon ke hadrat Ilahi supaya menyembuhkan isterinya. Nasihat saya itu dipatuhi namun beberapa hari kemudian Arifin menalifon lagi. Kali ini suaranya lebih sedih, seperti hendak menangis.
“Ustaz,”katanya,
“Sekarang barulah saya tau kenapa dia jadi macam tu ustaz
“Kenapa?”pantas saya bertanya…
“Sejak dua tiga malam lepas, dia minta ampun daripada saya dan ceritakan segala-galanya”. Arifin menyambung ceritanya;
Malam itu saya terkejut sebab semasa meracau isteri saya minta ampun kerana telah mengenakan ilmu kotor kepada saya. Kata Niza, dia telah memasukkan darah haid dan air maninya ke dalam makanan saya.
Saya tanya “Kenapa?”
Dia jawab, supaya ikut kata-katanya dan tak cari perempuan lain.
“Tambah saya kesal, selepas itu dia meminta ampun pula kerana telah berlaku curang kepada saya. Kata Niza, dia lakukan perbuatan tu selepas saya ditundukkan dengan ilmu hitam.”
Saya tanya, masa bila awak buat? Dia jawab semasa ketiadaan saya, tidak kira lah semasa saya bertugas di luar daerah. Semasa keluar seorang diri, dia telah membuat hubungan sulit dengan beberapa lelaki.
“Niza sebutkan nama lelaki-lelaki itu, tapi saya tak kenal. Kata Niza, hubungan mereka bukan setakat kawan saja, malah sudah ke tahap zina. Kerana itu dia minta berbanyak-banyak ampun daripada saya.
Dia minta saya maafkan.”Saya tak sangka betul, ustaz. Madu yang saya beri, racun yang dibalasnya. Patutlah selama ini bila berdepan dengan dia saya jadi hilang pertimbangan. Saya jadi lemah, rasa diri saya kerdil, takut nak membantah. Sudahlah begitu, dia jadi perempuan.” Kata Arifin tanpa sanggup menghabiskan kata-katanya. Termenung saya mendengar ceritanya itu.
Tidak saya sangka Niza sanggup berkelakuan demikian kerana Arifin bukan orang sebarangan. Arifin berpelajaran agama dan setia kepada isterinya. Budi bahasa pun elok.
“Kalau sudah begitu bunyinya, saya rasa awak maafkanlah dia,”kata saya.
Selain itu saya mencadangkan kepada Arifin supaya merelakan isterinya pergi.
Kata saya, mungkin nyawa isterinya itu terlalu sukar meninggalkan jasad kerana dia mahukan keampunan daripada suaminya terlebih dahulu.”
Lagipun, dia sudah terlalu menderita, sampai badan tinggal tulang, kepala pun dah nak botak. Doktor pula sudah sahkan penyakit dia tidak dapat disembuhkan lagi. Jadi, pada pandangan saya, daripada dia terus azab menanggung seksaan sakaratulmaut, adalah lebih baik kalau awak relakan saja dia pergi.
Saya tau ia susah nak di buat, tapi keadaan memaksa.”
“Ampunkan dia?” Arifin bertanya balik.
“Dia dah derhaka dengan saya, buat tak senonoh dengan lelaki lain, kenakan ilmu sihir kepada saya, ustaz mau saya maafkan dia?”tingkah Arifin dengan suara yang agak keras.
Mungkin dia terkejut.
“Ya. dia pergi dengan aman dan awak pula dapat pahala,” jelas saya. Saya terus memujuknya supaya beralah demi kebaikan isterinya. Saya katakan, yang lepas itu lepaslah. Lagi pun Niza sudah mengaku dosanya, jadi adalah lebih baik Arifin memaafkannya. Mungkin dengan cara itu Niza akan insaf dan meninggal dengan mudah.
“Takkan awak nak biarkan dia menderita? Awak nak pukul dia? Maki dia? Tak ada gunanya. Maafkan saja dia dengan hati yang benar-benar ikhlas,” jelas saya.
Setelah puas memujuk, akhirnya Arifin mengalah juga. Lalu saya nasihatkan supaya dia bacakan surah Yasin tiga kali dan ulangkan ibu Yasin (salaamun qaulam mirrabir rahim) sebanyak tujuh kali.
“Buat malam ni juga. Lepas itu tunaikan solat,” kata saya. Seminggu kemudian Arifin menelefon saya. Dengan sedih beliau memaklumkan isterinya sudah meninggal dunia. Tambah kawan saya itu, Niza pergi tanpa sesiapa sedari kerana ketika itu dia sedang menunaikan solat Isyak. Bila kembali, dia lihat isterinya tidak bernyawa lagi.
“Tapi Alhamd ulil lah, sebelum pergi dia sempat minta ampun daripada saya sekali lagi kerana menderhaka. Marah, memang marah, tapi bila dia pegang tangan saya sambil menangis dan kemudian minta ampun, tidak sanggup juga rasanya untuk membiarkan dia pergi dalam keadaan tanpa kemaafan daripada saya. Ustaz, saya dah ampunkan dia.
“Namun demikian, kata Arifin, lendir dan nanah busuk masih lagi mengalir daripada alat kelamin Allahyarham isterinya itu sehinggalah mayatnya dikebumikan.
Kepada wanita, kutiplah pengajaran dari cerita ini. Kepada lelaki, hati-hatilah dalam memilih isteri, jangan pandang hanya pada rupa. Wallahualam.

Tuesday, September 18, 2012

KISAH BENAR | ANAK DERHAKA DI SANDAKAN



Spend ckit masa baca citer ni..ambik iktibar dari kejadian yg terjadi & Hairan saya melihat beberapa orang kampung berkumpul di kedai pada tengah hari itu. I September 1994. Serius mereka berbual hingga dahi berkerut-kerut. Lepas seorang bercerita yang lain menggeleng -gelengkan kepala.
Pasti ada sesuatu yang ‘besar’ sedang mereka bincangkan, kata saya di dalam hati . Setelah injin motosikal di matikan, saya berjalan ke arah mereka.
” Bincang apa tu ? Serius aku tengok,” saya menyapa.

” Haaa… Din, kau tak pergi tengok budak perempuan tak boleh keluar dari kubur emak dia ?” kata Jaimi, kawan saya.
” Budak perempuan ? Tak boleh keluar dari kubur ? Aku tak faham bah,” jawab saya. Memang saya tak faham kerana lain benar apa yang mereka katakan itu.
” Macam ni,” kata Jaimi, lalu menyambung, ” di kubur kat kampung Batu 10 tu, ada seorang budak perempuan tolong kebumikan emak dia, tapi lepas itu dia pula yang tak boleh keluar dari kubur tu. Sekarang ni orang tengah nak keluarkan dia… tapi belum boleh lagi “.
” Kenapa jadi macam tu ? ” saya bertanya supaya Jaimi bercerita lebih mendalam. Patutlah serius sangat mereka berbual..
Jaimi memulakan ceritanya. Kata beliau, memandangkan semalam adalah hari kelepasan semperna Hari Kebangsaan, budak perempaun berumur belasan tahun itu meminta wang daripada ibunya untuk keluar bersama kawan-kawan ke Bandar Sandakan. Bagaimana pun, ibunya yang sudah berusia dan sakit pula enggan memberikannya wang.
” Bukannya banyak, RM 20 aja mak !” gadis itu membentak.
” Mana emak ada duit. Mintak dengan bapa kamu,” jawab ibunya, perlahan. Sambil itu dia mengurut kakinya yang sengal. Sudah bertahun-tahun dia mengidap darah tinggi, lemah jantung dan kencing manis.
” Maaak… kawan-kawan semuanya keluar. Saya pun nak jalan jugak,” kata gadis itu.
” Yalah, mak tau… tapi mak tak ada duit,” balas ibunya.
” RM 20 aja !” si gadis berkata.
” Tak ada ,” jawab ibunya.
” Emak memang kedekut !” si gadis mula mengeluarkan kata-kata keras.
” Bukan macam tu ta… ” belum pun habis ibunya menerangkan, gadis tersebut menyanggah, katanya, ” Ahhh… sudahlah emak ! Saya tak mau dengar ! “
” Kalau emak ada du… ” ibunya menyambung , tapi belum pun habis kata-katanya, si gadis memintas lagi, katanya ; ” kalau abang, boleh, tapi kalau saya minta duit, mesti tak ada !”
Serentak dengan itu, gadis tersebut menyepak ibunya dan menolaknya ke pintu. Si ibu jatuh ke lantai . ” Saida..Sai.. dddaaa..” katanya perlahan sambil mengurut dada. Wajahnya berkerut menahan sakit.
Gadis tersebut tidak menghiraukan ibunya yang terkulai di lantai. Dia sebaliknya masuk ke bilik dan berkurung tanda protes. Di dalam bilik, di balingnya bantal dan selimut ke dinding. Dan Sementara diluar, suasana sunyi sepi.
Hampir sejam kemudian, barulah gadis tersebut keluar. Alangkah terkejutnya dia kerana ibunya tidak bergerak lagi. Bila di pegang ke pergelangan tangan dan bawah leher , tidak ada lagi nadi berdenyut.
Si gadis panik. Dia meraung dan menangis memanggil ibunya, tapi tidak bersahut. Meraung si gadis melihat mayat ibunya itu. Melaui jiran-jiran, kematian wanita itu di beritahu kepada bapa gadis yang bekerja di luar.
Jaimi menyambung ceritanya ; ” Mak cik tu di bawa ke kubur pukul 12.30 tadi. Pada mulanya tak ada apa-apa yang pelik, tapi bila mayatnya nak di masukkan ke dalam kubur, ia jadi berat sampai dekat 10 orang pun tak terdaya nak masukkannya ke dalam kubur. Suaminya sendiri pun tak dapat Bantu.
” Tapi bila budak perempuan tu tolong, mayat ibunya serta-merta jadi ringan. Dia seorang pun boleh angkat dan letak mayat ibunya di tepi kubur.”
Kemudian gadis berkenaan masuk ke dalam kubur untuk menyambut jenazah ibunya. Sekali lagi beramai-ramai penduduk kampung mengangkat mayat tersebut dan menyerahkannya kepada gadis berkenaan.
Tanpa bersusah payah, gadis itu memasukkan mayat ibunya ke dalam lahad. Namun apabila dia hendak memanjat keluar dari kubur tersebut, tiba-tiba kakinya tidak boleh di angkat . Ia seperti di paku ke tanah. Si gadis mula cemas.
” Kenapa ni ayah ?” kata si gadis. Wajahnya serta-merta pucat lesi.
” Apa pasal,” Si ayah bertanya.
” Kaki Saida ni..tak boleh angkat !” balas si gadis yang kian cemas.
Orang ramai yang berada di sekeliling kubur mula riuh. Seorang demi seorang menjenguk untuk melihat apa yang sedang berlaku.
” Ayah, tarik tangan saya ni. Kaki saya terlekat… tak boleh nak naik,” gadis tersebut menghulurkan tangan ke arah bapanya.
Si bapa menarik tangan anaknya itu, tetapi gagal. Kaki gadis tersebut melekat kuat ke tanah. Beberapa orang lagi di panggil untuk menariknya keluar, juga tidak berhasil.
” Ayah… kenapa ni ?? !! Tolonglah Saida , ayah..” si gadis menangis memandang ayah dan adik-beradiknya yang bertinggung di pinggir kubur.
Semakin ramai orang berpusu ke pinggir kubur. Mereka cuba menariknya beramai-ramai namun sudah ketentuan Allah, kaki si gadis tetap terpasak di tanah. Tangisannya bertambah kuat.
” Tolong saya ayah, tolong saya… kenapa jadi macam ni ayah ? ” kata si gadis sambil meratap.
” Itulah, kamu yang buat emak sampai dia meninggal . Sekarang , ayah pun tak tau nak buat macam mana,” jawab si ayah selepas gagal mengeluarkan anaknya itu.
Dia menarik lagi tangan gadis yang berada di dalam kubur tapi tidak berganjak walau seinci pun. Kakinya tetap terpahat ke tanah.
” Emak… ampunkan Saida emak, ampunkan Saida… ” gadis itu menangis . Sambil itu di peluk dan di cium jenazah kiblat. Air matanya sudah tidak boleh di empang lagi.
” Maafkan Saida emak, maafkan , Saida bersalah, Saida menyesal… Saida menyesal.. Ampunkan Saida emak,” dia menangis lagi sambil memeluk jenazah ibunya yang telah kaku.
Kemudian gadis itu menghulurkan lagi tangannya supaya boleh di tarik keluar. Beramai-ramai tangannya supaya boleh di tarik keluar. Beramai-ramai orang cuba mengeluarkan nya namun kecewa. Apabila terlalu lama mencuba tetapi gagal, imam membuat keputusan bahawa kubur tersebut perlu di kambus.
” Kita kambus sedikit saja, sampai mayat ibunya tak dapat di lihat lagi. Kita tak boleh biarkan mayatnya macam tu aja… kalau hujan macam mana ? ” kata imam kepada bapa gadis berkenaan.
” Habis anak saya ?” tanya si bapa.
” Kita akan terus cuba tarik dia keluar. Kita buat dua-dua sekali, mayat isteri awak di sempurnakan, anak awak kita selamatkan,” balas imam.

Lelaki berkenaan bersetuju. Lalu seperti yang di putuskan, upacara pengebumian terpaksa di teruskan sehingga selesai, termasuk talkinnya. Bagaimana pun kubur di kambus separas lutut gadis saja, cukup untuk menimbus keseluruhan jenazah ibunya.
Yang menyedihkan , ketika itu si gadis masih di dalam kubur. Bila talking di baca, dia menangis dan meraung kesedihan. Sambil itu dia meminta ampun kepada ibunya dengan linangan air mata. Selesai upacara itu, orang ramai berusaha lagi menariknya keluar. Tapi tidak berhasil.
” Bila dah lama sangat, aku balik kejap untuk makan. Dah lapar sangat. Lepas itulah aku singgah ke kedai ni. Lepas ni aku nak ke kubur lagi. Nak tengok apa yang terjadi,” kata Jaimi.
” Aku pun nak pergilah,” kata saya. Lalu kami semua menunggang motosikal masing-masing menuju ke kubur.
Kami lihat orang ramai sudah berpusu-pusu di sana. Beberapa buah kereta polis juga kelihatan di situ. Saya terus berjalan pantas menuju kubur yang di maksudkan dan berusaha menyusup ke celah-celah orang ramai yang sedang bersesak-sesak.
Setelah penat berusaha, akhirnya saya berjaya sampai ke barisan paling hadapan. Malangnya saya tidak dapat melihat gadis tersebut kerana di depan kami telah di buat kepungan tali. Kubur itu pula beberapa puluh meter daripada kami dan terlindung oleh kubur serta pokok-pokok rimbun. Di dalam kepungan itu, anggota-anggota polis berkawal dengan senjata masing-masing.
Nasib saya memang baik hari itu. Dua tiga orang daripada polis berkenaan adalah kenalan saya.
” Pssstt… Raie… Raie..Psstt,” saya memanggil , Raie yang perasan saya memanggilnya mengangkat tangan.
” Boleh aku tengok budak tu ?” saya bertanya sebaik saja dia datang ke arah saya.
” Mana boleh . Keluarga dia aja yang boleh,” jawabnya perlahan-lahan seperti berbisik. Sambil itu dia menjeling ke kiri dan kanan khuatir ada orang yang tahu.
” Sekejap aja. Bolehlah… “saya memujuk.
Alhamdulillah, setelah puas di pujuk dia mengalah. Tana berlengah, saya mengusup perlahan-lahan dan berjalan beriringan dengan Raie seolah-olah tidak melakukan apa-apa kesalahan. Namun demikian dada saya berdebar kencang. Pertama ,risau, takut di halau keluar. Kedua ; tidak sabar hendak melihat apa yang sedang berlaku kepada gadis berkenaan.
Selepas meredah kubur-kubur yang bertebaran, akhirnya saya sampai ke pusara yang di maksudkan. Di pinggir kubur itu berdiri dua tiga orang polis memerhatikan kedatangan saya.
Raie mendekati mereka dan berbisik-bisik. Mungkin dia merayu supaya saya tidak di halau. Alhamdulillah, saya lihat seorang polis yang berpangkat mengangguk-angguk. Raie terus memanggil saya lalu memuncungkan bibirnya ke arah sebuah kubur.
Bila di jenguk kedalam , dada saya serta-merta terasa sebak. Saya lihat gadis berkenaan sedang duduk di atas tanah kubur sambil menangis teresak-esak. Sebentar kemudian dia memegang tanah berhampiran lahad dan merintih ; “Emak… ampunkanlah Saida, Saida sedar, saida derhaka pada emak, Saida menyesal, Saida menyesal..”
Selepas mengesat air jernih yang terus berjejeran daripada mata yang bengkak, gadis tersebut menangis lagi memohon keampunan daripada arwah ibunya. ” Emak… lepaskanlah kaki saya ni. Ampunkan saya, lepaskan saya,” Di tarik-tariknya kaki yang melekat di tanah namun tidak berhasil juga.
Saya lihat bapa dan adik-beradiknya menangis, di pinggir kubur. Nyata mereka sendiri tidak tahu apa lagi yang hendak di buat untuk menyelamatkan gadis berkenaan.
” Sudahlah tu Saida… makanlah sikit nak ,” rayu bapanya sambil menghulurkan sepinggan nasi juga segelas air. Si gadis tersebut langsung tidak mengendahkan. Malah memandang ke atas pun tidak. Dia sebaliknya terus meratap meminta ampun daripada arwah ibunya.
Hampir menitis air mata saya melihat Saida . Tidak saya sangka , cerita datuk dan nenek tentang anak derhaka kini beralaku di depan mata.
Begitu besar kekuasaan Allah. Memang betullah kata para alim ulama, dosa menderhakai ibi bapa akan di balas ‘tunai’.
Malangnya saya tidak dapat lama di sana. Cuma 10 – 15 minit saja kerana Raie memberitahu, pegawainya mahu saya berbuat demikian. Mahu tidak mahu , terpaksalah saya meninggalkan kubur tersebut. Sambil berjalan kedengaran lagi Saida menangis dan meratap ” Ampunkan saya emak, ampunkan saya saya, Ya Allah, lepaskanlah kaki ku ini, aku bertaubat, aku insaf… “
Lantas saya menoleh buat kali terakhir. Saya lihat bapa Saida dan adik beradiknya sedang menarik tangan gadis itu untuk di bawa keluar, tapi seperti tadi, tidak berhasil. Seorang polis saya lihat mengesatkan air matanya.
Semakin lama semakin ramai orang berhimpun mengelilingi perkuburan itu. Beberapa kereta polis datang dan anggotanya berkawal di dalam kepungan lengkap dengan senjata masing-masing. Wartawan dan jurugambar berkerumun datang untuk membuat liputan tetapi tidak di benarkan . Mereka merayu bermacam-macam cara, namun demi kebaikan keluarga gadis , permintaan itu terpaksa di tolak.
Matahari kian terbenam, akhirnya tenggelam dan malam merangkak tiba. Saida masih begitu. Kaki terlekat di dalam kubur ibunya sementara dia tidak henti-henti meratap meminta keampunan. Saya pulang ke rumah dan malam itu tidak dapat melelapkan mata. Suara tangisannya yang saya terngiang-ngiang di telinga.
Saya di beritahu ,sejak siang, tidak ada secebis makanan mahupun minuman masuk ke tekaknya. Seleranya sudah mati. Bapa dan adik beradiknya masih tetap di sisi kubur membaca al-Quran, Yassin dan berdoa. Namun telah di sebutkan Allah, menderhaka terhadap ibu bapa adalah dosa yang sangat besar. Saida tetap tidak dapat di keluarkan.
Embun mula menitis. Saida kesejukan pula. Dengan selimut yang di beri oleh bapanya dia berkelubung. Namun dia tidak dapat tidur. Saida menangis dan merayu kepada Allah supaya mengampunkan dosanya.
Begitulah yang berlaku keesokannya. Orang ramai pula tidak susut mengerumuni perkuburan itu. Walaupun tidak dapat melihat gadis berkenaan tapi mereka puas jika dapat bersesak-sesak dan mendengar orang-orang bercerita.
Setelah empat atau lima hari terperangkap, akhirnya Saida meninggal dunia. Mungkin kerana terlalu lemah dan tidak tahan di bakar kepanasan matahari pada waktu siang dan kesejukan di malam hari. Mungkin juga kerana tidak makan dan minum. Atau mungkin juga kerana terlalu sedih sangat dengan apa yang di lakukannya.
Allah Maha Agung… sebaik Saida menghembuskan nafas terakhir, barulah tubuhnya dapat di keluarkan. Mayat gadis itu kemudian di sempurnakan seperti mayat-mayat lain.
Kuburnya kini di penuhi lalang. Di bawah redup daun kelapa yang melambai-lambai, tiada siapa tahu di situ bersemadi seorang gadis yang derhaka.
Maha suci Allah… moga2 kita tak jadi anak yg derhaka pd kedua mak ayah.

Sumber : mran3238

P/s ambil sebagai iktibar….

Tanda-tanda 100 hari sebelum kematian ...Adkah kita telah bersedia ?


Tuesday, September 4, 2012

Misteri Jenazah Berpuluh Tahun Tidak Reput

Misteri Jenazah Berpuluh Tahun Tidak Reput | “Jenazah Misteri” membuatkan tiga penggali kubur tergamam apabila menemui mayat dipercayai berusia lebih 30 tahun dalam keadaan elok dan sempurna, ketika mereka menggali liang lahad itu untuk tujuan pengebumian di Tanah Perkuburan Islam. Peristiwa ini berlaku di Kangar.




Mayat lelaki yang tidak dikenali itu ditemui sebaik sahaja mereka menggali liang lahad terbabit pada kedalaman 1.5 meter. Mayat lelaki itu bukan saja masih elok dari segi fizikal, malah kain kafan jenazah juga masih sempurna, kecuali sedikit kotor akibat diselaputi lumpur. Kayu keranda yang digunakan untuk melindungi mayat sudah reput dimamah usia.
Penggali kubur tersebut berkata penemuan jenazah itu amat mengejutkan, kerana sepanjang pengetahuannya liang lahad yang digali itu memang kosong. keadaan jenazah itu tidak berbau dan masih sempurna dengan kulit serta isi yang terlekat pada tubuh jarang dilihat, apatah lagi dengan usia jenazah yang dipercayai mencecah puluhan tahun.
“Selama 30 tahun menggali kubur di sini, tetapi tidak pernah menemui kejadian sedemikian, walaupun pernah mendengar cerita mengenainya sebelum ini. Sepanjang pengetahuan, mayat yang masih elok dan sempurna walaupun berusia ratusan tahun kebiasaannya milik orang alim kerana jenazah mereka dilindungi Tuhan berikutan amalan baik yang dilakukan sepanjang hayat.”
“Tergamam apabila melihat wajah serta tubuh mayat yang masih elok seperti baru meninggal dunia, ketika mengangkat mayat terbabit untuk dialihkan ke liang lahad baru, sempat melihat keadaan susuk tubuh mayat berkenaan yang berkulit sawo matang, namun tidak berani menatapnya terlalu lama, penemuan mayat berkenaan adalah suatu misteri kerana jarang dilihat walaupun oleh penggali kubur.” – kata mereka. Subhanallah….

Renungan – Sepuluh Golongan Yang Mayatnya Tidak Reput Dan Busuk

Didalam hadis Rasulullah s.a.w pernah menyebut mengenai sepuluh golongan yang mayatnya tidak reput dan tidak busuk, mereka akan bangkit dalam keadaan tubuh yang asal diwaktu mati :
1. Para Nabi
2. Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama’
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.
Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah r.a. sabda Rasulullah s.a.w.: Apabila datang hari qiamat dan orang orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah s.w.t. memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:
“Wahai Ridhwan , sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa ( ahli puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan dan buah buahan syurga.”
Maka Malaikat Ridhwan menyeru sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi. Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah s.w.t. di dalam Surah Al-Haaqqah yang bermaksud :
(Masing-masing dipersilakan menikmatinya dengan dikatakan): “Makan dan minumlah kamu makanan dan minuman sebagai nikmat yang lazat dan baik kesudahannya, dengan sebab (amal-amal soleh) yang telah kamu kerjakan pada masa yang lalu (di dunia)!” (Surah Al-Haaqqah :24)
Sesungguhnya Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati.
“Dan (ingatlah ) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.” (Surah Al-Baqarah: 237)
Wallahu’alam….

Subhanallah! Otak Mayat 20 Tahun Dalam Kubur Masih Elok

Subhanallah! Otak Mayat 20 Tahun Dalam Kubur Masih Elok | Sudah banyak kita dengar pelbagai kisah mengenai jenazah tidak reput, jenazah tidak dimamah ulat, dan sebagainya. Itulah tanda kebesaran Allah SWT yang mana Dialah yang memelihara jasad orang-orang yang beriman. Kini terdapat satu lagi kisah iaitu lebih 50 orang ahli keluarga Allahyarham Salasiah Jasni, 78, yang hadir pada majlis pengebumiannya di Tanah Perkuburan Islam Permatang Tok Labu, Penaga di sini menyaksikan bukti kebesaran Ilahi.



Ini kerana, sebaik tiba di tanah perkuburan itu, mereka terkejut apabila dua penggali kubur yang sedang menyiapkan liang lahad untuk Salasiah menunjukkan penemuan otak manusia. Lebih mengejutkan sebaik penemuan otak itu beberapa kejadian aneh berlaku hingga menyebabkan semua ahli keluarganya beristighfar panjang dan memuji kebesaran Allah.


Menghairankan otak manusia yang ditemui itu masih dalam keadaan baik sedangkan tulang dan papan keranda dipercayai dari kubur lama bersebelahan liang lahad yang baru di gali itu sudah hancur. Cucu Allahyarham, Shuhaili Che Ros, 37, berkata, penemuan otak manusia yang masih dalam keadaan elok itu amat menghairankan ahli keluarganya.


“Sepanjang pengetahuan kami otak manusia yang ditemui itu berasal dari sebuah liang lahad yang sudah berusia 20 tahun.
“Malah papan keranda dan semua tulang milik si mati sudah reput tetapi otak ini masih dalam keadaan baik dan sempurna,” katanya.
Menurutnya, dia mengambil otak yang dipenuhi lumpur itu dan meletakkan di atas daun pisang sambil diperhatikan ahli keluarganya yang lain.
“Menghairankan, otak itu kemudiannya dilihat bertukar menjadi bersih dan lumpur yang melekat padanya tertanggal dengan sendiri.
“Kami tidak mengusiknya dan selepas hampir 20 minit otak itu kemudiannya berubah warna dari kehitaman kepada warna merah dan pada masa sama urat darah mula timbul menyebabkan kami melihat ia seperti otak baru,” katanya.
Setelah itu otak berkenaan kemudiannya dikebumikan semula bersama jenazah neneknya.
Dalam pada itu penggali kubur yang menemui otak itu, Saad Shaari, 60, berkata, ini adalah pengalaman peliknya yang pertama selepas hampir 30 tahun menjadi penggali kubur.
“Saya dan adik, A Rahim, 55, menemui otak ini ketika hampir separuh menyiapkan liang lahad untuk Allahyarham Salasiah.
“Menghairankan sepatutnya otak ini sudah hancur bersama tulang dan papan keranda,” katanya.
Menurutnya lagi, begitu juga ketika kerja penggalian dijalankan kerana ia melibatkan penggunaan cangkul dan skop, tetapi otak itu masih lagi ditemui dalam keadaan sempurna.


“Ini ialah salah satu kebesaran tuhan dan kita yang melihatnya sepatut mengambil pengajaran dari penemuan ini.
“Di samping itu, penemuan ini juga bagi saya adalah satu ingatan agar kita sering melakukan kebaikan sepanjang hidup ini kerana Allah tidak pernah memungkiri janjinya memberi kebaikan kepada hamban:ya yang melakukan kebaikan,” katanya.
Saad berkata, liang lahad lama yang terletak bersebelahan kubur Salasiah itu adalah milik seorang hamba Allah yang sentiasa membaca al-Quran.



Renungan
Firman Allah swt yang bermaksud:
Dan ingatlah (serta amalkanlah) apa yang dibaca di rumah kamu dari ayat-ayat Allah (Al-Quran) dan hikmah pengetahuan (hadis-hadis Rasulullah). Sesungguhnya Allah Maha Halus tadbirNya, lagi Maha Mendalam pengetahuanNya. [Surah Al-Ahzab;34]
Katakanlah (wahai Muhammad): Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. [Surah Al-Imran; 31]
Katakanlah (wahai Muhammad): Taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Oleh itu jika kamu berpaling (menderhaka), maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir. [Surah Al-Imran; 32]
Al-Qur’an Sebagai Pembela Di Hari Akhirat
Abu Umamah r.a. berkata : “Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.”
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.”
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, ” Kenalkah kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : “Siapakah kamu?”
Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : “Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?”
Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.”
Wallahu’alam….

Pengalaman Ustaz Urus Jenazah Berdosa (Seram!)

Pengalaman Ustaz Urus Jenazah Berdosa (Seram!) | Kalau dulu kita telah mebaca tentang Kisah Seram Ustaz Di Bilik Mayat (LINK) dan Kisah Pramugari Koma Di Tanah Suci (LINK) yang menceritakan tentang akibat bagi orang yang tidak solat. Dan yang terbaru pula tentang kisah seorang isteri curang yang sanggup menyihirkan suaminya dengan memberi makan air mani dan air hadi (LINK) dan mendapat penyakit misteri yang azab dari Allah. Kisah yang paling terbaru ini pula adalah berkisah tentang seorang ustaz yang mengalami pengalaman ngeri dalam mengurus seorang jenazah lelaki yang baru meninggal dunia. Benar atau tidak kisah ini, hanya Allah sahaja yang tau. Apa yg lebih penting, kita ambil iktibar dan pengajaran daripada kisah ini..



Ini adalah kisah tauladan, kisah proses pengebumian seseorang di sebuah bandar di Jawa Timur. Nama dan alamat jenazah ini sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini : Saya terlibat dalam pengurusan jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kemalangan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya.

Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah seorang yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan ‘istimewa’ sepanjang hidup. Inilah pertama kali saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah. Sebagai Modin tetap di kampung, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah bapanya. Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum tercium bau jenazah itu sangat busuk.

Baunya cukup memualkan perut dan menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh.

Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah SWT. Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus “fardu kifayah” atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju.

Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi, sekadar untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum. Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan.
Allah SWT berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya kerana pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di depan saya ini?
Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi kerana saya mengurut perutnya untuk kali terakhir. Tiba-tiba ketentuan Allah SWT berlaku, ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup.
Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempoh yang begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? saya lihat wajah anak almarhum.

Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada bapanya, kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik.
Saya katakan kepada mereka, “Inilah ujian Allah terhadap kita”. Kemudian saya minta salah satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum.

Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung kerana mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasihati mereka.

Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah bapa mereka, bukan menguruskan semuanya, tanggung jawab ada pada ahli warisnya.
Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal menguruskan jenazah bapa mereka itu, bukan hanya iman, hanya bilal, atau guru. Saya kemudian meminta izin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu.
Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan.

Subhanallah suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa sukar diterima akal fikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan.
Saya bawa mayat ke dalam biliknya dan tidak diizinkan seorang pun melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke bilik dan hendak dikafani, takdir Allah jua yang menentukan.

Ketika mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi hujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki. Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu tidak mahu menerima mayat tadi.
Tidak apalah, mungkin saya yang silap semasa memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan.

Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekadar peringatan kepada hamba-Mu ini.”

Selepas itu saya beri taklimat tentang solat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar ke tanah pekuburan kerana tidak ada kereta jenazah/mobil ambulance.

Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang digunakan, beberapa tempat tersebut juga tidak mempunyai kereta jenazah lebih dari satu kerana kereta yang ada sedang digunakan pula.
Suatu hal yang saya fikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis kereta pick-up dari garaj rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van.

Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba isterinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai:
“Mas, saya tidak benarkan kereta kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengizinkan kita naik keretanya.”

Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan yang punya van itu membawa kembali vannya.
Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta izin saya dalam 10-15 minit membersihkan keretanya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, muncul kereta tersebut, tapi dalam keadaan basah dibasuh.

Kereta yang dimaksudkan itu sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar, dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan.

Saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di camping saja akan lebih baik. Saya tidak mahu mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.
Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah.

Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya berlaku, semasa jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering.
Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapa mereka dikemas dalam keranda dengan hati-hati.
Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na’udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat syafa’at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut.

Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh menghairankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi lecak. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu.

Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu. Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter.

Maksudnya kubur itu tidak ditimbus hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia seperti kubur berlubang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.
Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin.

Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas.

Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada isteri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.

1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?
2. Mendapat harta secara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya?
3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?
4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?
5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, sedekah atau infaq ?

Isteri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nombor telefon rumah. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya.

Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yang beristerikan orang Amerika, seorang dapat isteri orang Australia dan seorang lagi isterinya orang Jepun.
Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah SWT pencipta alam ini. Kepada kita semua pembaca setia renungan Media Informasi ini, tanyalah diri kita akankah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu, bapa kita, anak kita atau kaum keluarga kita ?

Tuesday, May 29, 2012

Rahsia Solat


Rahsia SHALAT yang banyak tidak ketahui.....
Assalamua'laikum wr wb......... .


Wudhu'..
Jangan langsung dikeringkan..biarkan menetes dan kering sendiri.. Lalu ambillah sajadah.. shalat..berdzikir....dan berdo'a.
Agar wajah selalu segar..berseri-seri dan cantik..cucilah minimal 5 kali sehari dengan air wudhu..

· Untuk menghilangkan stress..Cukup dengan memperbanyakkan shalat....
Ketika shalat.. kita mengerakkan seluruh tubuh... Lalu berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan do'a...

· Untuk pelembab..agar awet muda.. gunakanlah senyuman....Tidak hanya di bibir tapi juga di hati...Jangan lupa bisikkan 'kata kunci'..
"Allahuma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku.. maka perindah pula ahlaqku). (HR Ahmad).-
DOA BERCERMIN

· Untuk punya bibir cantik..bisikkan kalimat-kalimat Allah..tidak berbohong atau menyakiti hati orang lain..tidak menyombongkan diri atau takabur...

· Agar tubuh langsing..mulus.. diet yang teratur dengan berpuasa seminggu 2 kali..
senin dan Kamis...Jika kuat..lebih bagus lagi puasa Nabi Daud AS .. selang satu hari.. Makanlah makanan halal..perbanyak sayuran.. buah-buahan dan air putih....

· Untuk mengembangkan diri..sebarkan salam dan sapaan...Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi. ...
Inilah dia rahsia as-shalat..... sebagai peringatan bagi yang sudah tahu atau panduan bagi yang baru tahu...

1 - Niat Sembahyang ...Sebenarnya memelihara taubat kita dari dunia dan akhirat...
2 - Berdiri dengan benar.. Fadilatnya ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur. ..
3 - Takbir-ratul Ihram .. Fadilatnya sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur...
4 - Fatihah .. Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur...
5 - Ruqu' .. Sebagai tikar kita di dalam kubur....
6 - I'tidal ... Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika didalam kubur....
7 - Sujud ..Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.....
8 - Duduk antara 2 Sujud ... Akan menaungi panji-panji nabi kita didalam kubur ...
9 - Duduk antara 2 Sujud (akhir) ..Menjadi kendaraan ketika kita dipadang Mahsyar....
10 - Tahhiyat Akhir .. Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh Munkar & Nankir di dalam kubur. ..
11 - Shalawat Nabi... Sebagai dinding api neraka di dalam kubur...
12 - Salam....Memelihara kita di dalam kubur. ....
13 - Tertib .... Akan pertemuan kita dengan Allah swt....

uraian di atas adalah salah satu sebab mengapa orang Yahudi /Kafir tidak menyukai angka 13 dan juga Hari Jum'at... Itulah sebab mengapa mereka menciptakan cerita yang begitu seram sekali...yaitu " FRIDAY the 13th "....

Dari Abdullah bin 'Amr R. A., Rasulullah saw bersabda ....
"Sampaikanlah pesanku walaupun satu ayat..."...
Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain...
Wassalam.

Adab-Adab Membaca Al Fatihah dalam shalat...
Al Fatihah ialah kata-kata Munajat . Dengan ayat Al Fatihah kita berkata-kata secara langsung dengan Allah s.w.t.

Maka sebelum itu kita perlu membaca kalimah ‘Ta’awwuz’ dengan tujuan memohon perlindungan diri dengan Allah dari segala gangguan dan bencana yang datang dari Iblis dan syaitan yang terkutuk, kerana dialah yang sentiasa berusaha untuk memalingkan hati kita dari menghadapi Allah.

Kemudian kita diperlukan pula membaca “Bismillah” untuk mendapatkan berkat dengan nama Allah sebelum melaksanakan sesuatu pekerjaan, sambil mengingat bahawa Allah sahajalah yang menguasai segala-segalanya dengan sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Oleh kerana Al Fatihah adalah Ibu Segala Ayat di dalam Quran, hati dan jiwa kita hendaklah dipusatkan kepadanya ketika lidah kita membacanya.

Ketika membaca Al Fatihah, sebaik-sebaiknya hati hendaklah mendahului lidah, atau sekurang-kurangnya hendaklah lidah menjadi guru bagi hati, iaitu hati hendaklah mengingat makna sesudah lidah membacanya.

solat

1. Ketika kita membaca ‘Alhamdu lil-Lahi Rabbil Alamin’ kita ingat di dalam hati bahawa segala kepujian adalah hak-kepunyaan Allah kerana Allah menjadikan seluruh alam dan mengatur serta menguasainya. Maka tidaklah ada sesiapa selain dari Allah yang berhak menerima kepujian itu.

Kemudian kita berhenti sejenak untuk menanti reaksi kepada pujian kita itu, seolah-olah kita dengar Allah menjawab: “ Aku telah disanjung oleh hambaKu.”

2. Bila kita membaca ‘Ar Rahmanir Rahim’ kita tekankan dalam hati bahawa fungsi Allah sebagai Penguasa dan Pengatur alam berlaku kerana sifat Pengasih dan PenyayangNya. Maka segala yang kita terima dari kurniaanNya adalah dengan RahmatNya semata-mata. Jika tidak kerana Rahmat-Nya, alam ini tidak mungkin terjadi dan tidak pula tersusun seperti yang kita lihat.

3. Ketika kita membaca ‘ Maliki Yaumid-Din’ hendaklah kita ingat bahawa Allah s.w.t adalah Penguasa dan Hakim yang Maha Agung di Akhirat. Hanya Dia yang membuat perhitungan dan memberi ganjaran kepada segala amalan kita di dunia. Mka tidaklah ada kuasa lain yang boleh diharap-harapkan selain dari Allah.

4. Apabila kita mebaca “Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in” ingatan kita tertumpu kepada Allah yang Maha Agung dengan ikrar bahawa tidak ada sesuatu pun yang disembah melainkan ‘Engkau’. Maka secara langsung kita berikrar: KepadaMu aku beribadat dan kepadaMu jua aku memohon pertolongan! Dengan ikrar ini juga kita harap akan diperteguh i’tiqad di dada kita bahawa walaupun bantuan dari makhluk diperlukan juga dalam kehidupan kita sehari-hari, tetapi Allah adalah Penggerak dan Penolong Yang Sebenar di sebalik usaha dan ikhtiar makhlukNya.

5. Ketika kita membaca “Ihdinas-Siratal-Mustaqim” ucapan ini adalah doa dan permintaan kita supaya Allah memberi petunjuk kepada kita ke jalan yang benar dalam segala hal, baik yang mengenai amalan atau ilmu yang kita perlukan sebagai hambaNya yang taat.

Doa ini penting kerana kita tidak mungkin menemui jalan yang lurus dan benar itu jika Allah tidak memberi petunjukNya kepada kita.

Maka perlulah diulang doa dan permintaan ini, lebih – lebih lagi dalam keadaan kita yang terbaik dan paling hampir pada Allah, iaitu di dalam sembahyang.

6. Ketika kita membaca “Shiratal-lazina An’amta Alaihim” kita harus sematkan dalam ingatan bahawa ‘ Jalan Lurus’ yang kita pohonkan dari Allah sebenarnya adalah jalan yang pernah dinikmati oleh hamba-hamba Allah yang lain oleh pemberianNya jua. Dengan kesedaran ini semoga kita mencontohi amalan orang-ornag yang telah diberi nikmat oleh Allah di dunia ini, semoga kita akan menyertai mereka di akhirat nanti.

7. Ketika kita membaca “Ghairil Maghdubi Alaihim Waladh-Dhaal-Liiin” kita memohon pada Allah supaya dijauhkan kita dari jalan, perbuatan dan sifat manusia yang dibenci dan dimurkai oleh Allah kerana kecendurungan mereka melakukan kebatilan dan kemungkaran, sedangkan kebatilan membawa kepada kesesatan. Pada akhir ayat ini kita berhenti sejenak untuk menanti jawapan dari Allah, yang kita harap-harapkan akan berkata: “Aku beri kepada hambaKu, dan bagi hambaKu ini apa yang ia minta”.

Anakku tolong pindahkan kuburku....




Anakku tolong pindahkan kuburku....

Sugiyem telah meninggal dunia sejak 30 tahun yang lampau. Anaknya sering bermimpi agar kuburnya digali dan dipindahkan berdekatan kubur suaminya. Wanita yang berasal dari Desa Kecamatan Jangkar meninggal dunia pada tahun 1981.

Apa yang pelik mayatnya masih utuh cuma agak kering bahkan kain kafan yang memballut jasadnya masih lengkap. Ini menimbulkan kegemparan pada penduduk setempat. Ia meninggal pada usia yang masih muda iaitu 34 tahun kerana sakit.

Anak sulungnya Subri sering bermimpi ibunya mohon agar makamnya dipindahkan berdekatan makam suaminya. Penduduk setempat yang mengenali Suginem semasa masih hidup menyatakan wanita ini amat setia pada suaminya selain seorang yang sangat pemurah dan penyabar.


Banyak hari ini isteri-isteri kurang sabar dengan karenah suami. Kadangkala mereka mengabaikan makan minum suami dengan alasan mereka wanita berkerjaya. Ingatlah apa kerjayapun... namun tak akan terlepas dari tanggungjawab menguruskan rumahtangga kerana ia adalah tanggungjawab WAJIB seorang isteri. Isteri tidak dipersoalkan tentang nafkah di akhirat meskipun mereka bergaji besar melebehi sisuami. Suami yang tidak mendapat layanan isteri dan merasa tersentuh hati di atas perlakuan isteri memungkinkan isteri tidak akan mencium bau syurga. Jadikan kisah di atas sebagai iktibar.